ENGKAU yang selalu menyelimuti hati dengan rasa nyaman…
Dingin sekali malam ini. Duduk di meja belajar sambil menatap foto keluarga tercinta. Diluar langit mendung di selimuti awan tebal. Sudah beberapa hari ini kota Jogja di guyur hujan setiap hari. Entah itu siang atau malam.
Memutar ulang rekamam-rekaman masa lalu yang masih tersimpan dalam memori ingatan ku. Kebiasaan yang selalu ku lakukan disaat merasa kesepian. Seperti malam ini contohnya.
Malam ini aku merasa sendiri, kesepian, tak ada tempat curhat selain buku diary yang selalu menemani Q. Pasti kamu pernah merasakan apa yang ku rasa saat ini. Saat jauh dari keluarga. Teman-teman sibuk dengan urusannya masing2. Dan aku dengan sejuta masalahku. Ku lirik layar Hp yang sejak tadi siang tidak mengeluarkan bunyi barang satu sms pun yang masuk ke Hp Q. apa kesalahan operator yang lagi trouble?? Jadi sms masih nyangkut belum terkirim2 Ke Hp Q…
Disaat sedang gundah dengan sejuta masalah. Tak terpikir untuk menyentuh tumpukan tugas yang harus di dikumpul besok pagi. Terus mencoba mengingat2 masa itu.
Q ambil album foto biru muda. Q buka halaman demi halaman. Aku tertegun dengan foto Ibu dan ayah. Ibu terlihat begitu cantik dengan gaun putihnya. Ayah begitu tampan dengan jas hitamnya. Memang serasi sekali. Foto pesta pernikahan ayah dan ibu 20 tahun lalu. Belum ada bayangan aku akan terlahir ke dunia. Bisa melihat bintang setiap malam dam matahari setiap pagi menjelang. Aku diberi kesempatan untuk belajar tentang kehidupan. Bahagia jika bisa membuat orang tersenyum. Menangis jika disakiti dan kehilangan….yah! begitu sederhana. Juga untuk ayahku yang sudah tiada. Alasannya juga sederhana, karena sudah takdirnya harus kembali pada Sang Pencipta. Hanya saja aku terus mengingatnya. Rindu sekali….ingin rasanya bisa bersamanya lagi. Aku terus mengharapkan kesempatan itu walau tak mungkin. Aku sangat menyayanginya. Ku terus mengingatnnya. Mungkin aku akan lebih banyak menceritakanya. Aku ingin mengenangnya sekarang, esok dan seterusnya.
Buliran-buliran bening menetes di pipiku. Bukankah orang yang kesepian akan mudah tersentuh hatinya? Beginilah aku setiap merasa sendiri. Menyakiti hati dengan kenangan-kenangan indah yang selalu ku rindu.
Ku buka halaman berikutnya. Foto-foto bersama teman2 saat di pondok pesantren. Ku ingat sekali. Indah sekali pernah jadi bagian dari mereka. Semangat menuntut ilmunya tak pernah padam. Rasa kekeluargaannya sangat erat. Makan bersama, tidur bersama, selalu berlomba dalam keilmuan dan ibadah. Hal-hal indah yang tak bisa aku dapatkan sekarang. Dekat sekali dengan Mu Ya Rabb. Selalu memberi ketentraman dan kesejukan hati. Ku lihat diriku yang sekarang. Sholat malam terabaikan, dluha sudah sekali dua kali. Membuka mata sepertiga malam untuk sekedar mendirikan sholat dua raka’at saja sangat berat. Malam ini tiba-tiba aku meninduka-Nya teramat sangat. DIA yang tak pernah bosan dengan curhatan-curhatan yang isinya keluhan manusia yang sangat cinta akan kehiduan duniawi….yang mempunyai ayat-ayat yang indah. Membaca ayat-ayat NYA saja bisa menghilangkan dahaga jiwa-jiwa yang kehausan.
Ku tutup album foto. Ku beranjak menuruni anak tangga. Mengambil wudlu. Sejuknya air seolah-olah membawa pergi semua beban yang kurasa bersama tetesan-tetesan air wudlu. Memakai mukena. Mulai menjemput kerinduan dengan melantunkan lagu-lagu –Nya. Butiran bening menetes ke pipi. Sudah lama rasanya tak sedekat ini. Aku bena-benar merasakn ketenangan yang luar biasa.
Mulutku terus melantunkan ayat-ayat indah itu. Tidak terasa jam 00:00. Aku terus membaca. Akhir surat An-Nisa. Aku terbenam dalam doa yang panjang. Sampai tak sadarkan diri. Mengantarku dalam mimpi yang indah…….
Aku bertemu dengan seseorang yang memakai pakaian seraba putih. Tetapi membelakangi ku. Siap dia??? Aku seperti mengenalnya. Postur tubuhnya. Bentuk potongan rambutnnya. Dia mengingatkanku pada ayahku. Ku panggil orang itu…Subbhanalloh!!! Benar dia ayahku. Aku melihatnya setelah lama tak bertemu. Aku rindu sekali. Aku bahkan tidak berlari memeluknya. Hanya memandangi sosok yang sangat ku kenal dengan mata berkaca-kaca. Sampai aku sadar. Ayah semakin menjauh adari pandanganku. Aku berteriak “ ayah aku menyayangimu, ayah kembali….jangan pergi, ibu menunggu di rumah”. Ada apa dengan ku dalam mimpi itu. Semakin menjauh. Dan aku hanya terpaku di sana. Tapi aku senang, sebelum benar-benar menghilang ayah tersenyum pada ku. Senyum yang sangat aku rindukan….akan selalu ku rindu!
Sampai ayah benar-benar tak terlihat. Aku terbangun dan sadar bahwa aku hanya bermimpi. Entah kenapa aku meneteskan air mata. Apa karena aku begitu merindukannya??? Q peluk lutut Q erat2 menahan tangis.
Ayah pasti ingin aku mendoakannya malam ini. Q bangun dan mulai melakukan ritual sepertiga malamku. Mendo’akan ayah dan Ibu. Begitu di hari-hari selanjutnya. Ayah selalu membangunkan ku jam 03:00. Semoga aku bisa menjaga sholat malamku….
Walaupun Ayah sudah tiada tapi Beliau tetap hidup di hatiQ...
Setiap orang tua berharap do'a dari anak2-nya, dan anak yang sholeh adalah yang tidak pernah lupa mendoakan orang tuanya....^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar